Pengertian Tektonik Lempeng
Lempeng tektonik, proses gelologis yang bertanggung jawab
untuk penciptaan benua, pegunungan dan lantai samudera bumi, mungkin adalah
semacam on-off. Ilmuan telah menganggap bahwa pergeseran lempeng kerak telah
melambat namun terus terjadi pada sebagian besar sejarah bumi, namun studi
terbaru dari peneliti2 di Carnegie Institution menyarankan bahwa tektonik
lempeng pernah berhenti paling tidak sekali dalam sejarah planet bumi dan dapat
terjadi lagi.
Tektonik lempeng adalah suatu teori yang menerangkan proses
dinamika bumi tentang pembentukan jalur pegunungan, jalur gunung api, jalur
gempa bumi, dan cekungan endapan di muka bumi yang diakibatkan oleh pergerakan
lempeng.
Sebuah aspek kunci dari teori tektonik lempeng adalah bahwa
skala waktu geologis lantai samudera adalah fitur transient, membuka dan
menutup saat lempeng2 bergeser. Lantai samudera dikonsumsi oleh sebuah proses
yang disebut subduksi, dimana lempeng tektonik menurun kedalam mantel bumi.
Zona subduksi adalah lokasi dari palung samudera, aktivitas gempa bumi tinggi,
dan sebagian besar gunung api utama dunia.
Saat sebuah lempeng samudera bertabrakan dengan
lempeng samudera lain atau dengan sebuah lempeng yang membawa benua, satu
lempeng akan melengkung dan bergeser dibawah yang lainnya. Proses ini disebut
sibduksi. Saat lempeng tersubduksi tenggelam jauh kedalam mantel, ia menjadi
begitu panas sehingga mencairkan batuan sekitar. Batuan cair naik lewat kerak
dan keluar pada permukaan dari lempeng di atasnya.(Credit: Woods Hole
Oceanographic Institution)
sebagian besar zona subduksi saat ini berada di
lantai samudera pasifik. Bila lantai pasifik sangat dekat, seperti diramalkan
dalam 350 juta tahun saat Amerika yang bergerak ke barat bertabrakan dengan
Eurasia, maka sebagian besar zona subduksi planet akan lenyap bersamanya.
Ini akan secara efektif menghentikan lempeng tektonik kecuali zona subduksi muncul, namun kemunculan subduksi masih belum dimengerti. “Tumbukan India dan Afrika dengan Eurasia antara 30 dan 50 juta tahun lalu menutup sebuah lantai samudera yang dikenal sebagai Tethys,” kata Silver. “Namun tidak ada zona subduksi muncul di selatan india atau afrika untuk mengkompensasi kehilangan subduksi oleh penutupan samudera ini.”
Ini akan secara efektif menghentikan lempeng tektonik kecuali zona subduksi muncul, namun kemunculan subduksi masih belum dimengerti. “Tumbukan India dan Afrika dengan Eurasia antara 30 dan 50 juta tahun lalu menutup sebuah lantai samudera yang dikenal sebagai Tethys,” kata Silver. “Namun tidak ada zona subduksi muncul di selatan india atau afrika untuk mengkompensasi kehilangan subduksi oleh penutupan samudera ini.”
bukti geokimia dari batuan beku purba menunjukkan
bahwa sekitar satu miliar tahun lalu terdapat ketiadaan kegiatan volkanis yang
secara normal terkait subduksi. Gagasan ini cocok dnegan bukti geologis lain
untuk penutupan lantai samudera tipe pasifik saat itu, mengelas benua2 menjadi
sebuah superbenua (dikenal oleg geolog sebagai Rodinia) dan mungkin
menghentikan subduksi sementara waktu. Rodinia terpisah kemudian saat subduksi
dan tektonik lempeng mulai kembali. Lempeng tektonik dikendalikan oleh aliran
panas dari interior bumi, dan penghentian akan menurunkan tingkat pendinginan
Bumi, seperti menutup panci air panas akan memperlambat pendinginan air di
dalamnya. Dengan menutup secara periodik aliran panas, tektonik lempeng saling
tindih dapat menjelaskan kenapa bumi telah kehilangan panas lebih sedikit
daripada model saat ini ramalkan. Dan pembangunan panas dibawah lempeng2 yang
stagnan dapat menjelaskan kemunculan batuan2 beku tertentu ditengah2 benua jauh
dari lokasi normalnya di zona subduksi.
“Bila lempeng tektonik mulai dan berhenti, maka evolusi benua harus dilihat dalam sudut pandang baru, karena ia secara dramatis memperluas jangkauan skenario evolusioner yang mungkin
“Bila lempeng tektonik mulai dan berhenti, maka evolusi benua harus dilihat dalam sudut pandang baru, karena ia secara dramatis memperluas jangkauan skenario evolusioner yang mungkin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar